Tampilkan postingan dengan label geolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geolog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2021

3 Metode Pengeboran Yang Perlu Dipertimbangkan Untuk Pengujian Tanah Dan Batuan

 

             


Dalam rekayasa geoteknik, berbagai metode pemboran digunakan untuk lebih memahami tanah di bawah permukaan. Ada tiga metode umum untuk dipertimbangkan: bor batang padat (solid stem auger), bor batang berongga (hollow stem auger), dan putaran lumpur (mud rotary).

 

Berikut yang harus kita ketahui untuk masing-masing metode. 

Metode Pengeboran 1 - Bor Batang Padat

Solid stem augers (SSA) menggunakan auger penerbangan berkelanjutan yang secara mekanis menggali dan terus menerus mengangkut stek ke permukaan. Auger tersedia dalam diameter 3 hingga 14 inci. Penambahan batang padat memiliki sejumlah keunggulan. Ini menghasilkan jumlah stek yang mudah terkandung dan sedikit atau tidak ada cairan yang diperlukan dalam proses pengeboran. Operasi pengambilan sampel dinding tipis dan barel terpisah didukung. Karena persyaratan torsi yang lebih rendah untuk augering batang padat, rig pengeboran yang lebih kecil dapat digunakan. Melakukannya akan menyederhanakan manuver situs dan sering kali menimbulkan biaya yang lebih rendah.


Namun, metode pemboran ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Untuk mendapatkan contoh tanah, auger batang padat harus dikeluarkan dari lubang. Oleh karena itu, teknik ini terbatas pada tanah yang stabil yang tidak akan runtuh saat auger dilepas. Pengambilan sampel tanah selama pengeboran auger batang padat membutuhkan banyak tenaga, terutama di lubang yang lebih dalam karena bor harus dikeluarkan dari lubang selama setiap prosedur pengambilan sampel. 

Metode Pengeboran 2 - Hollow Stem Auger

Hollow Stem Augers (HAS) biasanya digunakan untuk mengatur sumur pemantauan air tanah untuk aplikasi lingkungan dan geoteknik, tetapi juga dapat digunakan untuk mendapatkan sampel tanah. Pengeboran auger batang berongga menggunakan auger penerbangan berkelanjutan berdiameter besar (hingga diameter luar 14 inci) yang secara mekanis menggali dan terus-menerus mengangkut stek ke permukaan. Mata bor tengah, yang dipasang ke batang bor dan dibaut ke tutup penggerak auger, dimasukkan melalui kepala pemotong untuk menggali bagian tengah lubang. Saat pemboran dimajukan dengan menambahkan bagian auger, bagian batang bor ditambahkan, dengan mempertahankan mata bor tengah di muka mata mata pemotong.


Augering batang berongga memiliki sejumlah keunggulan. Auger bertindak sebagai selubung sementara selama dan pada saat penyelesaian pengeboran. Ini memfasilitasi pengambilan sampel tanah dan air dan pemasangan sumur pemantauan. Ini relatif cepat dan sedikit atau tidak ada cairan yang dibutuhkan dalam proses pengeboran. Selain itu, metode pengeboran ini dengan mudah mendukung pengambilan sampel dinding tipis dan barel terpisah.


Penambahan batang berongga memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, ini terbatas pada pengeboran di sedimen yang tidak memiliki batuan yang baik hingga yang tidak memiliki batuan. Itu juga dibatasi pada kedalaman maksimum 150 kaki. Batuan dasar dangkal atau material lain yang sulit dibor dapat mengurangi kedalaman ini secara signifikan. Tekanan hidrostatis yang tinggi saat pengeboran lubang bor dapat menyebabkan masalah dengan pasir yang naik ke auger selama pengambilan sampel tanah dan pemasangan sumur.

 

 

Metode Pengeboran 3 - Putar Lumpur

Metode pengeboran lumpur berputar menggunakan mata bor yang dipasang di ujung batang bor dan dimajukan oleh putaran cepat dari mata bor. Stek dihilangkan dengan memompa fluida pengeboran (air atau air yang dicampur dengan bentonit atau penguat fluida lainnya) ke bawah melalui batang bor dan menggigit ke atas anulus, antara lubang bor dan batang bor. Cairan bor juga berfungsi untuk mendinginkan mata bor dan menstabilkan dinding lubang bor.


Metode pengeboran putar lumpur memiliki sejumlah manfaat. Ini adalah cara pengeboran yang sangat cepat dan efisien — rig pengeboran yang efisien dapat menghasilkan beberapa ratus kaki lubang per hari. Putaran lumpur dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi geologi. Namun, kondisi bongkahan batu yang sangat besar dan tidak stabil tidak cocok untuk pengeboran putar lumpur. Pengambilan sampel sedimen didukung secara luas dan pengambilan sampel dinding tipis dan barel terpisah tersedia.


Putaran lumpur memiliki sejumlah kelemahan. Penggunaan cairan pengeboran mungkin memerlukan kendaraan pendukung untuk mengelola dengan benar dan menampung baik bahan baku maupun cairan pengeboran. Penggunaan fluida pengeboran juga dapat menyerang zona permeabel yang membahayakan validitas pengambilan sampel sumur pemantauan.


Tim ahli geoteknik RMG yang sangat terampil memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk menilai metode pengeboran mana yang terbaik untuk proyek Anda. Hubungi kami hari ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan kami! 

Sabtu, 01 Mei 2021

Ngobrol Ringan Tentang Karir

 

Hai ^^

Kali ini saya mau sharing mengenai topik yang gak pernah habis dan memuaskan manusia, ya karir. Di antara banyak topik yang menarik perhatian manusia selain cinta, pastinya mengenai kekayaan atau tahta. Atau saya rangkum dalam sebuah istilah karir.

Pertama, asosiasi mengenai karir selalu dibatasi oleh batas sukses dan tidak sukses. Di antara penentuan keduanya ada yang dinamakan proses menuju sukses. Bagi yang percaya bahwa semuanya butuh proses, tidak seinstan mie instan. Eh, bukannya mie instan pun perlu buka dulu bungkus, panasin air, terus rebus baru deh dilahap. Yummy :). Saya termasuk yang percaya bahwa semua yang terjadi di alam semesta memerlukan proses. Proses menyiratkan perubahan dari kondisi awal hingga kondisi akhir. Ada elemen waktu di sana.

Saya ingin bercerita, pekan lalu saya bertemu para alumni beasiswa. Dulu saya masuk kuliah di Bandung beserta puluhan nyaris 100 siswa SMA/MA se-Jawa Barat tahun 2010. Bercerita mengenai update masing-masing. Ada yang sudah punya anak, ada yang sudah mendapatkan pekerjaan impian, bahkan ada yang sudah lulus S3. Tak terasa 10 tahun berlalu, 1 dekade. Kita yang masih unyu-unyu dulu sudah menjadi suami/ istri, ayah/ ibu, pemimpin, guru, dan sebagainya. Menjalankan peran masing-masing.

Karir yang ditempuh beda-beda. Saya sendiri saat ini menjadi dosen. Saya ingin mewakafkan diri saya sebagai seorang guru. Jadi dari segi karir, jalurnya sudah jelas jika ingin mengejar jabatan tertinggi, yaitu menjadi guru besar. Jika ingin menebar kebaikan sebanyak-banyaknya, terbentang banyak sekali salurannya. Dalam proses karir tersebut, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Saya tidak ujug-ujug menjadi dosen. Saya butuh 9 tahun agar bisa berkarir sebagai dosen. Dan menjadi dosen itu berat, karena tanggung jawab moral yang tinggi. Saya berharap para dosen semua di manapun berada, dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Butuh keikhlasan untuk segala kegiatan yang dijalani.

Saya mengawali pekerjaan pertama saya sebagai seorang guru bimbel. Dulu pernah ikut olimpiade fisika, jadi saya ngajar fisika SMA. Lokasinya di Bandung. Anak-anak yang diajar berlatarbelakang keluarga menengah ke atas. Mereka dibesarkan di lingkungan yang memadai, ada juga yang SD dan SMP nya di luar negeri. Kemudian masuk SMA-SMA favorit di Bandung. Pengalaman pertama saya ngajar saya deg-degan. Bukankah demikian? segala sesuatu yang merupakan first experience kita, selalu ada desir dan adrenalin yang menantang.

Saya lanjut kuliah S2 di kampus yang sama sambil mroyek bareng dosen. Saya beberapa kali ditunjuk sebagai koordinator projek. Di perjalanan S2 itu, saya mulai mengenai beberapa orang dengan bidang spesifik masing-masing. Ada yang konsen di migas secara profesional maupun akademisi, ada yang di geologi teknik, mineral, dan masih banyak lagi. Saya mulai berusaha membuka diri, bahwa semua permasalahan kompleks diselesaikan dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda. Saya sempat ikut pertukaran pelajar ke Jepang dan ada juga pelatihan ke Malaysia. Semua saya coba. Kuliah S2, mroyek, panitia konferensi, pertukaran pelajar, main game juga :D.

Saya lanjut kemudian menjadi honorer di Pusair. Banyak ke lapangan untuk eksplorasi air, sambil nyambi juga jadi konsultan individu di Aresta Karya Mandiri. Saya keliling Indonesia dalam waktu 1,5 tahun. Cukup banyak daerah yang saya kunjungi. Menyelesaikan permasalahan geologi yang biasa timbul di berbagai sektor, industri dan instansi. Termasuk saya menjadi wellsite geologist di perusahaan kontraktor pemboran. Saya juga nulis buku, buka channel Youtube. Semua saya jalani. Ternyata, saya gak ada pekerjaan ya :D. Banyak banget waktu lowongnya, sampai semua dilakuin. Saya ketemu banyak orang dengan latar belakang dan bidang yang berbeda, level akademik S1 hingga profesor, para praktisi dan profesional, dan sebagainya. Dua, yang saya belum merasakan atmosfernya, para pengusaha dan politisi. Saya meyakini, semua yang ada di alam semesta ini saling terkait. Ada sebab-akibat. Menjalani kehidupan, kita dapat saja menemukan kejadian yang tak terduga di depan.

Banyak rekan saya yang tidak selalu mesti bekerja sesuai bidang. Kita semua bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Saya menemukan banyak orang yang terbebani dengan kata dan omongan orang lain, termasuk keluarga. Harus menjadi ini dan ini. Saya mulai berusaha menyadari dan mencoba menerima dengan lapang dada. Bahwa kita harus bertanggung jawab tentang pilihan kita. Merdeka lah sebebas-bebasnya. Kita berhak menjalani kehidupan dengan apa yang kita yakini. Belajar terus sebanyak-banyaknya, susunlah menjadi informasi, temukan insipirasi, dan menjadi bijaklah.

Tulisan ini terkhusus bagi yang sedang ketakutan, stres, bingung, mengenai masa depan. Masa depan memang tidak pasti, seperti kabut, perlu keyakinan semuanya akan jelas pada waktunya. Akan indah pada waktunya. Pelangi muncul setelah langit gelap berlalu. Kita punya kesehatan dan waktu, manfaatkan dengan baik. Kalaupun tidak ada salah satu dari keduanya, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur.

News Landing - Information Factory Information Factory
Sumber: theifactory.com

Sedikit: kita hidup di era informasi yang berseliweran. Tidak sempat kita meresapi sumsum informasi. Heningkan sejenak, kumpulkan semua, ada insight di sana. Kita bisa mendapatkan wisdom kehidupan. Jika tidak hari ini, yakinlah suatu saat ada.

Wellsite Geologist


Hai, gimana kabarnya teman-teman setia Geodestinasi? ðŸ™‚

Kali ini saya mau cerita apa itu Wellsite Geologist. Oke, jadi simpelnya Wellsite Geologist itu adalah orang geologi yang jaga sumur, hehe. Tapi bukan sembarang jaga, ada hal yang dia catat dan dia analisis.

Biar gampangnya, saya ambil contoh. Kemarin saya habis pulang dari Gorontalo, jadi Wellsite Geologist di sana untuk pengeboran air tanah. Jadi tugas saya itu, mengawasi kegiatan pemboran dari mulai pilot hole, logging, reaming hole, dan harusnya hingga uji pemompaan (pumping test).

Ini lokasi waktu ngebor

Pilot Hole

Pilot hole ini awal mula bor dimulai, jadi pilot, pendahulu gitu. Waktu itu diameter lubangnya 8″, alat yang kita pakai jenis rotary spindle. Pilot hole kita punya target kedalaman 90 m, nanti dilanjutkan pembesaran lubang (reaming). Tugas saya sebagai wellsite geologist mencatat Static Well Level (SWL) sebelum dan setelah kegiatan pemboran selesai. Terus ada parameter fisik lumpur yang harus diukur pakai alat namanya Intelligent Meter, alat ini nanti ngukur tingkat salinitas, Total Dissolve Solid (TDS), suhu, electricity, dan pH. Karena ada dugaan infiltrasi air laut, parameter yang dikontrol ketat itu salinitas dan TDS. Kalo airnya asin atau payau, nilai dua parameter itu tinggi dari yang sebelum-sebelumnya. 

Ini dia Intelligent Meter 

Nah, di Pilot Hole ini juga, tugas utama geologist itu deskripsi cutting yang keluar dari hasil pengeboran. Kekuatan seorang geolog adalah observasi dan analisis. Jadi, hasil deskripsi batuan yang digerus mata bor ini nanti keangkat naik lewat sumur dan mengalir ke mud pit. Sebelum ke mud pit ini, cutting diambil dan dideskripsi. Ada sampel basah dan kering. Hasil deskripsi batuan ini akan dibuat log litologi untuk disandingkan dengan log-log yang lain untuk memperkuat analisis posisi screen yang harus ditaruh.

Tak lupa, data seperti Rate of Penetration (ROP) juga dicatat. Kalo ketemu litologi yang keras, biasanya ROP relatif lambat gitu, kalo yang lunak kayak lempung, ROP nya cepet.

Ini dia cutting hasil pengeboran, litologinya itu andesit dan tuf.

Mud Pit, kolam lumpur, lumpurnya dibuat dari adonan air dan bentonit. Makin kental mud nya nanti cutting yang keangkat lebih gede terus bisa bikin cepet ngebornya juga. Tapi hati-hati kalo ketemu akuifer, mud yang kentel bisa ngaruh ke akuifernya.

Logging

Logging ini pakai alat khusus, ada log Sp, terus Gamma, dan Resistivity. Pokoknya nanti muncul grafik-grafik gitu, bisa jadi data penting untuk interpretasi lapisan akuifer. Akuifer ini mengandung air dan akan ditaruh saringan (screen). Kalo yang bukan akuifer, nanti dipasangnya pipa buta, bahannya bisa stainless steel atau galvanis.  Tahap logging ini menjadi penting karena ditambah dengan log litologi akan menjadi dasar penentuan kegiatan selanjutnya untuk konstruksi. Berapa batang pipa screen dan berapa batang pipa buta yang mesti dilas dan siap untuk dikonstruksi nantinya. Ohia, interpretasi ini jadi andalannya orang geologi. Dengan data yang banyak dan bervariasi, satu orang dengan orang lain bisa beda interpretasi. Kasus di Gorontalo ini memang banyak rekahan yang terisi mineral seperti kalsit, ada juga alterasi mineral klorit. Data log yang menjadi dasar paling utama di log Resistivity dan log Sp. Kalo log Gamma datar semua karena memang homogen litologinya andesit.   

Kayak gini contoh log. Gambarnya saya ambil dari https://mountsopris.com/items/40grp-1000-combination-gamma-and-resistivity-probe/

Reaming Hole

Reaming Hole pembesaran lubang. Dengan kekerasan litologi yang tinggi, reaming dimulai dengan diameter 10″ untuk kemudian diteruskan dengan diameter 12″.

Konstruksi

Pumping Test

Dua di atas terakhir dilanjut lain waktu bahasannya. Kalo untuk pumping test sih nanti uji pemompaan gitu, outputnya berapa sih debit air yang optimum bisa diambil, itu ada banyak hitung-hitungan rumusnya.

Oke, sekian dulu ya ^^

Terimakasih sudah berkunjung. Tetap pantengin terus website ini. 

Ada banyak keindahan di Gorontalo, ini fotonya

 

    

Apa itu Peta?